Dinginnya malam ini yang sunyi sepi,hanya berirama suasana hati dan rintikan air hujan satu persatu turun menemani gelapnya malam,aku titipkan sepucuk rindu dimuka pintu itu agar dia dapat menikmati rindu dalam dekapku. Untuk menjadi bahagia tidaklah mudah,kita lewati lautan duri yang menancap,pahitnya kopi tanpa gula,masakan yang tidak sesuai selera,begitu pun kisah kita yang tak hilang dari rasa bosan. Aku mengenal baik dirimu,keluarga mu,semuanya tentang mu.
Kini heningnya malam menemani hingga terlelapnya bulan. Denting jam dinding,alunan musik yang terngiang ditelinga seolah menjadi hal favorit dikala sunyi. Ingin rasanya bermain hujan ditengah gelapnya malam,ikut larut bersamanya dalam kesedihanku,ikhlas ku lalui bersamanya tanpa rasa iba sedikitpun.
Pintu rumah ini terbuka kapanpun kau pulang,bukan untuk pergi lagi. Cukup sekali kau pergi,tidak untuk berkali-kali. Meski kau tau rasa sayang seorang wanita yang memang dengan benar tulus tak kan mudah luntur layaknya cat warna yang ikut luntur dengan air. Goresan pena mungkin akan hilang dengan tipX,tapi tidak dengan rasa sayang yang tulus,layaknya seorang ibu menyayangi anaknya. Karena rasa sayang yang tulus tak mudah luntur,dan tak mudah terdapati dari orang yang sembarangan.
Aku wanita tak mungkin menerima orang baru dengan mudah. Karena rasa sayang nya yang tulus tersia-siakan tak mudah hilang. Cari orang yang sama seperti ku yang mempunyai rasa sayang tulus,mungkin kamu akan menemukan nya di ibu mu. Tapi tidak mudah dengan wanita lain,karena mereka belum tentu mencintaimu dengan tulus. Resapi dan hadapi perbedaannya. Satu rasa hanya mampu diciptakan oleh satu koki,koki lain tak mampu menyerupai rasa yang orang lain buat. Begitu pun dengan rasa sayangku😊
Rabu, 14 September 2016
Denting
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar