Origami Hati Baru
Sabtu, 24 September 2016
Time to Move
Rabu, 14 September 2016
Denting
Dinginnya malam ini yang sunyi sepi,hanya berirama suasana hati dan rintikan air hujan satu persatu turun menemani gelapnya malam,aku titipkan sepucuk rindu dimuka pintu itu agar dia dapat menikmati rindu dalam dekapku. Untuk menjadi bahagia tidaklah mudah,kita lewati lautan duri yang menancap,pahitnya kopi tanpa gula,masakan yang tidak sesuai selera,begitu pun kisah kita yang tak hilang dari rasa bosan. Aku mengenal baik dirimu,keluarga mu,semuanya tentang mu.
Kini heningnya malam menemani hingga terlelapnya bulan. Denting jam dinding,alunan musik yang terngiang ditelinga seolah menjadi hal favorit dikala sunyi. Ingin rasanya bermain hujan ditengah gelapnya malam,ikut larut bersamanya dalam kesedihanku,ikhlas ku lalui bersamanya tanpa rasa iba sedikitpun.
Pintu rumah ini terbuka kapanpun kau pulang,bukan untuk pergi lagi. Cukup sekali kau pergi,tidak untuk berkali-kali. Meski kau tau rasa sayang seorang wanita yang memang dengan benar tulus tak kan mudah luntur layaknya cat warna yang ikut luntur dengan air. Goresan pena mungkin akan hilang dengan tipX,tapi tidak dengan rasa sayang yang tulus,layaknya seorang ibu menyayangi anaknya. Karena rasa sayang yang tulus tak mudah luntur,dan tak mudah terdapati dari orang yang sembarangan.
Aku wanita tak mungkin menerima orang baru dengan mudah. Karena rasa sayang nya yang tulus tersia-siakan tak mudah hilang. Cari orang yang sama seperti ku yang mempunyai rasa sayang tulus,mungkin kamu akan menemukan nya di ibu mu. Tapi tidak mudah dengan wanita lain,karena mereka belum tentu mencintaimu dengan tulus. Resapi dan hadapi perbedaannya. Satu rasa hanya mampu diciptakan oleh satu koki,koki lain tak mampu menyerupai rasa yang orang lain buat. Begitu pun dengan rasa sayangku😊
Senin, 12 September 2016
Teruntuk Rindu
Jika nanti dirimu telah pahami arti cinta,ingatlah diriku selalu ada menanti diujung waktu. Baiknya engkau resapi apa yang telah terjadi,jangan sampai kau ulang kembali,jangan terlalu lama kau pergi disini ku menunggu mu dalam sepi.
Meski dalam penantian yang panjang,rasa sayangku mengalahkan rasa bosanku dalam menunggu dengan ketidakpastian. Namun ku coba menerima hatiku terbuka dan siap terluka. Aku terlalu nyaman dengan keberadaanmu, tetap tinggal dan jauhkan dari pikiran untuk saling mengganti.
Kini kamar menjadi tempat favorit bagi air mataku,malam menjadi saksi dalam jatuhnya air mataku. Teruntuk mu,aku sisipkan rindu dipojok dinding yang ingin ku tepiskan bersamamu. Entah mengapa waktu selalu saja sirik pada kita yang selalu bersama,hingga ia mencoba memisahkan kita dengan berbagai cara. Dalam kesendirian ku kini,terlukis bayangmu di dinding-dinding kamarku yang setiap malam aku sendiri yang menikmatinya.
Ku belum siap terjatuh untuk kedua kalinya pada orang yang berbeda,karena hatiku masih milikmu. I belive in you,cause you promise for me to always be side me,dan nggak akan ada niat buat ninggalin. Pulanglah,disetiap pojok rumah yang kita bangun kini terisi penuh dengan rindu yang selalu hangat dan masih utuh untuk kau nikmati. Kamu pernah berjanji untuk selalu jadi pohon kebahagiaanku,dekaplah tubuhku dengan hangat yang kau punya. Sungguh aku rindukan mata rantai dan daun telinga mu itu. Lengkungan indah yang tidak semua orang punya,dan itu senyummu. Aku rindu.
Aku teringat pada kata mu yang meminta ku untuk terus bersamamu,untuk menetap dihati mu. Demi apapun tidak ada sebercik niat untuk ku khianati hati ini dengan orang lain. Sungguh ku menyangai mu dengan tulus,tak mudah bagiku untuk mencari pengganti mu. Tidak.
Kau bentak ku dengan kata kasar,aku memakljminya karwna kamu sedang berada di posisi penat. Tapi ternyata usahaku dimatamu itu kurang,aku yang luluh karena semua tentang mu yang membuat ku jatuh hati dan ingin membangun cinta apa adanya dengan kesederhanaan yang kamu miliki untuk hubungan kita. Aaaaaaarrghh aku ingin berteriak dekat daun telingamu yang menjadi bagian favoritku,bahwa aku merindukanmu,sungguh aku merindukanmu dear